Bernyanyilah dengan Soul, Jika Tak Tahu Teknik




Sabtu, 9 Mei 2020

"Suara kamu tidak jelek," Ujar guru vokal, "Namun tak bisa juga disebut bagus," Lanjutnya.

Bagus yang dimaksud adalah dari sisi teknik. Ya, mana saya tahu teknik bernyanyi, jika tidak karena ikut kelas vokal dari beliau, yang sebenarnya lebih dikenal sebagai guru musik.

Saya baru tahu alasan kenapa saat masuk nada tinggi, leher seperti tercekik. Bernyanyi harus lewat diafragma, kalau memang tidak cukup teknik menggunakan suara perut atau kepala.

Saat latihan do re mi fa dan seterusnya, kadang saya diminta berhenti karena alasan fals. Bagaimana tahu fals? Sensitif sekali telinga baliau. Batin saya.

"Yuk ulangi lagi!"

Do re mi fa sol la... terus-terusan seperti itu. Lalu latihan ngabab atau apalah namanya, saya benar-benar lupa istilah itu.

Namun saya bersyukur bisa ikut kelas beliau, di sela jadwal latihan musik di studio mininya.

Namun ada faedahnya. Jika saya dengar lagi rekaman pada tahun sebelum ikut les (yang saya unggah di soundcloud) dan sekarang, suara saya lebih tebel dan merdu. Dulu cempreng sekali. Sekarang agak lebih besar.

"Nadanya hampir selalu tepat," Pujinya.

Namun vokal saya memang tipis. Saat bicara pakai suara kepala, saat nyanyi pakai suara dada (diafragma), sekilas membuat saya seperti dua orang yang berbeda. Saat bicara dan nyanyi.

Tak semua orang jago nyanyi seperti Lea Simanjuntak, Judika, atau Sandi Sondoro. Namun semua orang bisa nyanyi, sesuai kadar vokalnya masing-masing.

Saya suka bernyanyi, sebagai sarana hiburan saja. Untuk refreshing diri sendiri, dikala jenuh ketika tengah mengerjakan suatu hal.

Tak serius amat. Namun harus tetap pakai soul. Soul itu diluar teknik. Suatu penghayatan. Soul itulah yang membuat sebuah lagu terdengar greget dan nyampe ke pendengar, sekalipun tekniknya tak terlalu mumpuni.

Semua orang bisa pakai soul. Bernyanyi dengan soul butuh ketenangan, penjiwaan, dan pengetahuan tentang lagu. Perlu merasa.

Hidup kadang-kadang juga demikian. Sekalipun secara teknik belum mumpuni, namun kerjakan sesuatu sepenuh jiwa, penuh penghayatan, agar soulnya dapet.

Pelajaran sederhana dari belajar bernyanyi. []

Kedai MuaRa
Ahmad Fahrizal Aziz

Ahmad Fahrizal Aziz

Blogger dan Aktivis Literasi

Posting Komentar

Tinggalkan komentar di sini, terima kasih sudah mampir.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak