Dongeng Mengenang Bung Karno


Peringatan Bulan Bung Karno, termasuk haulnya ke-50 yang jatuh pada 21 Juni 2020 ini diperingati dengan keterbatasan. Sebab dalam suasana pandemi covid-19.

Perpustakaan Bung Karno sebagai pusat buku dan kajian tentang Bung Karno pun, membatasi agendanya. Jika biasanya ada terop raksasa yang memayungi ampiteater dan rangkaian acara sejak 1 Juni, kini dibatasi via daring.

Termasuk kegiatan yang diadakan teman-teman komunitas, yang biasa manggung dengan full audiens, kini harus membatasi penampilan dan hanya boleh disiarkan via daring.

Komunitas yang biasa mengadakan peringatan Bulan Bung Karno adalah Forum Lingkar Pena Blitar dan Komunitas Muara Baca. Kali ini hanya menggandeng Teater Etnika, dan satu yang baru : Kampung Dongeng Blitar.

Jika biasanya penampilan diisi dengan pembacaan puisi, monolog dan teater, kini untuk pertama kalinya menampilkan dongeng.

Acara yang dikemas dengan nama "Ruang Kenang Bung Karno" pun disajikan lewat siaran langsung via halaman facebook Komunitas Penulis Blitar. Sejauh ini sudah ditonton lebih dari 620 kali.

Kampung Dongeng Blitar atau biasa disebut Kado Blitar, digawangi oleh Kak Ami, Oma Titiek, Kak Yuni dan Kak Na.

Secara bergantian, mereka berdongeng tentang sejarah Bung Karno sejak lahir hingga meninggal. Dibagi dalam 4 segmen.

Cara ini unik dan menarik, bagaimana dongeng bisa menyampaikan biografi Bung Karno secara kronologis dari lahir hingga meninggal, kurang dari 40 menit.

Memang tidak bisa secara detail, namun ini bagus untuk menarik perhatian, terutama anak-anak yang masih enggan membaca buku-buku tebal.

Mereka tinggal duduk menyimak dan mendengarkan dongeng seru itu, yang secara tak langsung mereka juga belajar sejarah, mengenal seorang tokoh besar bernama Ir. Soekarno.

Bagi pembaca yang ingin menontonnya, bisa langsung buka facebook dan mencari halaman Komunitas Penulis Blitar.

-00-

Budi Kastowo, selaku pustakawan senior, menyambut baik agenda ini. Menurutnya ini sangat efektif mengenalkan sosok Bung Karno.

"Lewat seni, kita bisa mengajak masyarakat untuk mengenal Bung Karno dalam waktu relatif singkat dan menyentuh. Inilah yang sebenarnya juga tugas pustakawan koleksi khusus Bung Karno," Jelasnya saat sambutan.

Lewat dongeng, sosok Bung Karno dikenang. Ini menjadi hal baru dan menarik, dongeng bisa diarahkan untuk lebih mengenal tokoh bangsa dan sejarah.

Barangkali, cara ini bisa juga diadopsi oleh Perpustakaan Bung Karno dalam misinya memperkenalkan pemikiran Bung Karno ke sekolah-sekolah. Dengan menggandeng kelompok dongeng, agar lebih fresh. Disamping juga penyampaian secara verbal-ilmiah dan tayangan video dokumenter.

Meski dalam suasana pandemi yang serba dibatasi, peringatan haul ke-50 Bung Karno tetap berjalan khidmat. Termasuk antusiasme penonton #dirumahaja yang lebih dari 600 penonton.


Ahmad Fahrizal Aziz

Blogger dan Aktivis Literasi

Posting Komentar

Tinggalkan komentar di sini, terima kasih sudah mampir.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak