Rindu yang Terbawa Angin


Kota Malang masih sama,
Di bulan Agustus.

Daun berguguran, angin bertiup kencang, namun mahasiswa baru, berdatangan memikul harapan.

Kedai kopi pun masih sama,
Di bulan Agustus.

Jelang malam kian ramai, suara tawa, asap rokok, musik pengiring, menyatu tanpa orkestrasi yang rapi.

Balkon kos putri, ruang tengah asrama putra, masih menyelipkan perbincangan beragam tema.

Suhu udara di bawah 20 derajat celcius, orang-orang mengeluhkan badan meriang, aku dan dua orang kawan memesan Pangsit keliling untuk menawar keadaan.

Di atas langit, cahaya bulan berpendar. Kota bunga sedang mekar-mekarnya.

Angin bertiup sepoi, brrr... menerbangkan ingatan, potongan kisah, dan berlembar lembar rindu.

Dinoyo, 15 Agustus 2022
Ahmad Fahrizal A.

Ahmad Fahrizal Aziz

Blogger dan Aktivis Literasi

Posting Komentar

Tinggalkan komentar di sini, terima kasih sudah mampir.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak