Bumi Blambangan; Tanah Legenda dan Pesona Alam Ujung Timur Jawa


(1)

Sekitar 12 jam perjalanan Blitar-Banyuwangi, dan rombongan Bus telah memasuki kamar masing-masing.

Kami menginap di El Royale Hotel, bersebelahan dengan Banyuwangi Park, sekitar 7 Km dari pusat kota.

Sementara yang lainnya melepas lelah di atas ranjang empuk, saya turun ke lobi untuk memesan ojek online.

Sebelum agenda utama nanti malam, saya ingin mengitari sebagian area Sunrise of Java, sekaligus mencari Soto Rujak untuk sarapan.

Banyuwangi adalah Kabupaten terluas di Pulau Jawa, dan sedikit lebih luas dari Pulau Bali di seberang timurnya.

Cerita tentang Putri Sri Tanjung telah saya baca dari buku tipis legenda Banyuwangi di Perpustakaan SD beberapa tahun silam.

Nama Banyuwangi kian melejit di masa kepemimpinan Abdullah Azwar Anas, meskipun secara Topografi Banyuwangi memang istimewa; Memiliki pantai di pinggir jalan-jalan utama, kultur dan sejarah lokal yang kuat, juga area pegunungan dan hutan.

Banyuwangi sangat komplit.

***

Pagi itu, di warung sudut sekitar Taman Blambangan, saya memesan Soto Rujak. Isinya lontong, rujak petis, disiram kuah soto sapi. Hmm....

Soto Rujak adalah rekomendasi dari Pak Ojol yang bersemangat menceritakan kuliner dan tempat-tempat wisata area Banyuwangi.

Selain Soto Rujak, ia juga menjelaskan Nasi Cawuk, menunjukkan spot kuliner, dan sedikit informasi tentang Banyuwangi.

"Dekat Taman Blambangan juga ada Pantai Bomb," jelasnya lagi.

Ini bukan kali pertama saya ke Banyuwangi, namun yang teringat dari Banyuwangi sebelumnya hanya Pelabuhan Ketapang, yang terabadikan dalam sebuah sajak berjudul Senja di Dermaga Pulau, terpublikasi di web Jendela Sastra.

***

Dinihari, sekitar pukul 03.00, Bus memasuki area Hutan Baluran sepanjang kurang lebih 25 Km. 

Meski jalannya berkelok, naik turun, namun aspalnya mulus dan lalu lintas cukup ramai.

Kami berhenti sejenak di Masjid untuk shalat subuh, ketika memasuki kawasan Banyuwangi.

Langit mulai terang, Bus melanjutkan perjalanan menuju lokasi, mata kami disuguhi hamparan air bewarna biru yang tenang.

Sebuah patung besar penari gandrung tampak menawan dari kejauhan. Kami tiba di Banyuwangi, Sunrise of Java, tepat ketika matahari terbit.

Meski pagi itu mendung, lalu gerimis. []

Kompilasi Travel Note
Ahmad Fahrizal Aziz

Ahmad Fahrizal Aziz

Blogger dan Aktivis Literasi

Posting Komentar

Tinggalkan komentar di sini, terima kasih sudah mampir.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak