Ketika Perpustakaan (Tak Lagi) Buka Hingga Malam Hari




Adalah hal yang menyenangkan ketika Perpustakaan Bung Karno mengumumkan jam layanannya hingga pukul 20.00 WIB.

Itu di bulan Juni 2025, lalu diperpanjang hingga Desember 2025.

Bagi remote worker sepertiku, yang baru free selepas pukul 16.00, ini kabar gembira.

Aku bisa berangkat setelah mahgrib sembari kulineran Pecel Punten malam hari, di selatan Perpus BK.

Atau, sekaligus mengagendakan nongkrong di sekitaran Santika setelahnya.

Ada waktu sekitar 1,5 jam untuk membaca. Ya, saat ini aku jarang meminjam buku, lebih sering membaca di tempat.

1,5 jam bisa membaca sekitar 30-40 halaman. Satu buku bisa khatam dalam 5-8 kali kunjungan.

Lagipula, selain buku di Perpustakaan, aku juga masih ada "tanggungan" baca buku di iPusnas, terkhusus yang berkaitan dengan pekerjaan.

Belum lagi bacaan digital lainnya, atau sekitar 30-an artikel yang harus kuedit saban harinya.

Membaca di Perpustakaan tentu pengalaman berbeda, apalagi malam hari, di bawah dekapan pendingin ruangan.

Ada efek rekreasional ketimbang membaca di kamar atau di teras rumah.

Namun setiap kali berkunjung malam hari, suasana cenderung sepi, dan ternyata membaca buku seorang diri di ruangan besar bukanlah hal menyenangkan. Rada horor, sih.

Sesekali Perpustakaan ramai karena ada event, namun di meja-meja ruang baca tetap bisa dihitung jari.

Akupun membatin, apakah ini akan berlanjut tahun depan?

***

Selain itu, jam malam mungkin juga cukup berat bagi karyawan, harus terbagi dua shift.

Kalaupun tetap dipertahankan, apakah jumlah kunjungan bisa sesuai target?

Untuk sekelas Perpustakaan Bung Karno, buka malam tentu high cost. 

Listrik untuk lampu dan pendingin ruangan bisa membengkak, atau gaji lembur karyawan.

Di tengah badai efisiensi, hal semacam itu mungkin bagian yang terkoreksi.

Lagipula, apakah masyarakat juga menginginkannya? Seberapa banyak jumlahnya?

Aku termasuk yang bahagia Perpustakaan buka hingga malam hari, namun juga tak bisa berjanji akan selalu mengunjunginya.

Sama halnya Perpustakaan daerah yang buka Sabtu-Minggu, aku paling hanya datang dua minggu sekali, itupun karena ada event.

Namun Perpustakaan Kota Blitar sepertinya masih (bertahan) hingga malam hari, dan di sudutnya sedang dipersiapkan kafe literasi.

Kukira memang demikian adanya, perlu banyak "pancingan" agar orang mau datang ke Perpustakaan, apalagi di Blitar. []

Tabik,
Ahmad Fahrizal Aziz