Pabila Harus Sangat Berhemat




Harga pertamax naik dari 12.300 per liter menjadi 16.250.

Selama ini aku pakai pertamax, meskipun pertalite sudah cukup bagus untuk motor beatku. Hanya selisih 2.300.

Meski lebih mahal, menurut perasaanku pertamax lebih irit, dan konon lebih bagus untuk mesin. Dan... tidak disubsidi negara.

Namun ketika pertamax naik 3.950 per liternya, beban anggaran pribadi pun bertambah. Mungkin kembali ke pertalite adalah opsi paling rasional.

Kan cuma naik 3.950? Betul. Namun itu hanya satu item dari beberapa item pengeluaran lainnya, kan?

***

Dalam dua tahun ini, aku lumayan berhemat. Godaan terbesarku adalah langganan platform digital. Banyak yang tidak kuperpanjang. Kecuali platform streaming.

Menonton film/serial jelang tidur masih menjadi aktivitas yang membahagiakan.

Beberapa blog juga tidak kuperpanjang domain dan hostingnya. Memilah hanya blog yang cuan saja.

Karena blog yang tidak cuan justru pelan-pelan menggerogoti saldo.

Misalnya, tiap tahun, tiap 3 bulan, atau tiap bulan kita harus bayar domain dan hosting. Jika jumlahnya belasan, itu berat sekali untuk "peternak" blog survival sepertiku.

Penghematan lainnya adalah jalan-jalan. Meskipun hanya lingkup lokal seperti ke Malang atau Batu, menyewa penginapan untuk 2-3 hari plus budget makannya, juga sudah kucoret.

Sementara "tirakat" dulu. Mahluk wiraswasta sepertiku sangat beresiko jika tidak disiplin anggaran.

Beda dengan pegawai yang nominal gajinya sudah tertera dalam slip bulanan. Nominal pasti.

Kaum sepertiku? Kadang surplus, kadang minus. Penuh ketidakpastian.

Meskipun, pada akhirnya semua orang akan berhemat demi satu yang diprioritaskan. Misal untuk biaya pendidikan anak, terutama ketika memasuki jenjang perkuliahan.

Tujuanku berhemat di atas sebenarnya agar tetap bisa makan enak dan minum kopi favorit.

Seperti halnya pemerintah yang kekeh melanjutkan program makan-nya, aku pun juga demikian.

Makan enak adalah satu-satunya previlese atau self-reward, ketika banyak hal harus kita hemat.

Ini mirip YOLO Eater, You Only Life Once. Kita sedang menahan diri untuk tidak jalan-jalan, beli barang kesukaan, beli aset, atau menuruti hobi. So, makan lah yang enak.

Karena usus dan otak punya hubungan intim, gut brain-axis. 90% Serotonin diproduksi dalam usus, itulah kenapa makan itu penting.

Makan enak membuat kondisi psikologi lebih baik. Apalagi jika enaknya seimbang sebagaimana rekomendasi MBG; ada protein, serat, dan karbonya.

Jangan pelit sama badan sendiri. Kita butuh cukup energi untuk menghadapi realitas.

Tabik,
Ahmad Fahrizal A.