10 populer curl

Piala Dunia Tanpa Italia



Ada celetukan bahwa, keseruan piala dunia berakhir ketika Brazil tersingkir.


Namun bagiku, 3 kali piala dunia terasa hambar karena tidak ada Italia.


Lebih spesifik lagi, sepakbola tidak lagi menarik sejak Totti pensiun dari timnas 2007 silam, atau AS Roma sepuluh tahun kemudian.


Namun takdir cukup memihak padanya. Setahun jelang pensiun dari timnas, dia sempat mencium tropi Piala Dunia bersama Italia.


Bahkan, Totti memikul beban berat ketika harus mengeksekusi penalti di babak 16 besar melawan Australia.


Babak itu sangat sengit dan menegangkan. Harus seorang bermental kuat yang mengeksekusi penalti di menit menit terakhir.


Totti berhasil. Meski arah tendangannya terbaca oleh kiper, bola tetap melesat mulus ke gawang dan Italia lolos ke perempat final, hingga menjadi juara.


***


Italia adalah juara piala dunia terbanyak kedua setelah Brazil. Unggul selisih waktu dengan Jerman (termasuk Jerman Barat) yang sama-sama mengoleksi 4 tropi.


Sayangnya, tiga kali beruntun tim berjuluk Gli Azzuri itu absen dari piala dunia.


Rasanya tidak masuk akal tim unggulan, punya tradisi sepakbola yang kuat, bahkan tidak lolos babak kualifikasi.


Tidak ada timnas yang lebih tragis dari Italia. Hal yang tentu belum pernah dialami Brazil, Jerman, Prancis, bahkan Inggris sekalipun.


Dalam kualifikasi Grup I UEFA, lawan tangguh Italia adalah Norwegia. Dua kali Italia tumbang secara mengenaskan, 3-0 dan 1-4 dari Norwegia.


Italia masih berpeluang lolos, sayang di babak playoff mereka ditaklukkan oleh Bosnia lewat adu penalti.


Sedih. Geram. Namun begitulah sepakbola. Perpaduan skill, usaha dan nasib.


Hebatnya, Brazil pun juga dilibas oleh Norwegia. Tim yang sama, dan satu-satunya yang tidak mampu dikalahkan Italia di babak kualifikasi Grup I UEFA.


Jutaan mata tertuju pada sosok Erling Haaland yang sekilas mirip Magne Sier, tokoh serial Ragnarok.


Meskipun Prancis dan Argentina masih difavoritkan juara dan potensi final rematch bisa terjadi, namun aku berdoa ada semacam "plot twist" yang mengejutkan.


Setelah melihat bagan 8 besar, mungkin sudah saatnya negeri dari "mitologi nordik" melaju hingga ke final.


Bertemu timnas favoritku sejak piala dunia 2022, negeri terbenamnya matahari atau Maghribi.


Akan sangat menarik jika The Land of the Night Sun (negeri matahari tengah malam) bertemu dengan  Al Mamlakah Al Maghribiyah (kerajaan matahari terbenam).


Tabik,

Ahmad Fahrizal A.