10 populer curl

Sepuluh Jagung


Sejak sore, penjual jagung rebus itu hanya duduk di samping gerobaknya.

Uap dari panci masih mengepul. Jagung-jagung tersusun rapi. Namun orang-orang lebih banyak lewat daripada berhenti.

“Sepi, ya, Bu?”

Seorang tetangga yang lewat bertanya.

“Iya. Dari tadi baru laku dua.”

Ia tersenyum kecil. Senyum orang yang sudah terbiasa menerima keadaan.

Menjelang magrib, seorang remaja berhenti.

“Mau beli jagung, Bu.”

“Berapa?”

“Sepuluh.”

Penjual itu sempat terdiam.

“Sepuluh?”

“Iya, Bu.”

Wajahnya berubah. Seperti baru saja mendapat kabar baik yang sudah lama ditunggu.

“Alhamdulillah.”

Sepuluh jagung dibungkus satu per satu. Uang berpindah tangan. Remaja itu membawa semuanya pulang.

Malamnya, begitu sampai rumah, ibunya melihat bungkusan besar di tangannya.

“Beli apa itu?”

“Jagung rebus.”

“Sebanyak itu?”

“Iya.”

Ibunya membuka salah satu bungkusnya.

“Di rumah masih banyak makanan. Kenapa beli jagung sampai sepuluh? Boros sekali.”

Remaja itu diam.

Ia tidak tahu harus menjelaskan apa.

Malam itu, sepuluh jagung rebus tergeletak di meja.

Sebagian dimakan.

Sebagian disimpan.

Kadang-kadang, sesuatu yang terlihat seperti pemborosan bagi seseorang, bisa menjadi pertolongan kecil bagi orang lain.